Dunia Suporter

Mitra Kukar Diuntungkan Keterpurukan Gresik United

Konon, para pemain enggan mengikuti program latihan. Keterlambatan gaji jadi musababnya. Dengan kondisi tersebut, bisa dipastikan para pemain tidak akan bermain maksimal saat meladeni Naga Mekes. Padahal, laga tersebut menjadi penentuan bagi masa depan tim di Liga 1. Jika kalah, otomatis Kebo Giras bakal terdegradasi.

Menanggapi kondisi timpang yang dialami lawan, asisten pelatih Mitra Kukar, Sukardi mengatakan, enggan jemawa. Menurutnya tidak ada jaminan mudah meski tuan rumah sedang bermasalah. Pria yang akrab disapa Kardok itu meminta anak asuhnya fokus pada kekuatan sendiri.

Gelandang Oh In-Kyun akan menghadapi mantan klubnya (Donny Aditya/Kaltim Post)

“Saya khawatir jika anak-anak menganggap enteng lawan. Biarlah Gresik United dengan masalahnya, kita tetap fokus dengan tim sendiri,” ungkap Kardok seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Kardok menambahkan, Gresik United tetaplah lawan yang patut diperhitungkan di kandang. Apalagi Mitra Kukar sendiri tidak punya rekor istimewa setiap kali bermain di Stadion Petrokimia. Pada lawatan terakhir di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC), Naga Mekes hanya mendulang satu poin. Saat itu, anak asuh Jafri Sastra dipaksa bermain imbang 0-0.

Selain itu, rekor tandang Naga Mekes musim ini juga terbilang buruk. Dari 13 kali melawat ke kandang lawan, hanya lima poin berhasil dibawa pulang. “Tidak ada pertandingan tandang yang mudah,” tegas Kardok.

Sementara itu, gelandang bertahan Mitra Kukar, Muhammad Bachtiar mengungkapkan, saat ini timnya tidak terganggu dengan kondisi lawan. “Kami sudah siap menjalani pertandingan selanjutnya. Saya pribadi tidak melihat tuan rumah sebagai tim yang mudah dikalahkan. Kalaupun mereka memiliki masalah internal, tetap saja kami akan menghadapi mereka 90 menit di lapangan,” ungkap Bachtiar.

(epr/jpg/JPC)

Sumber diambil dari Jawapos.com