Dunia Suporter

Bangun Banyak Lapangan Indoor, Awal Kebangkitan Sepak Bola Islandia

Islandia raih kesuksesan besar lantaran untuk kali pertama tampil di Piala Dunia (AFP)

Jawapos.com – Kualitas timnas Islandia berubah 360 derajat. Dari yang sebelumnya hanya sebagai pelengkap penderita dalam setiap Kualifikasi Euro atau Pra-Piala Dunia, dalam empat tahun terakhir menjelma menjadi kekuatan anyar di Eropa dan dunia.

Negara yang hanya memiliki populasi sekitar 330 ribu jiwa itu memang sebelumnya kerap menjadi lumbung gol bagi negara-negara kuat di sepak bola. Namun, semua berubah jelang Piala Dunia 2014. Islandia memang gagal lolos ke ajang tersebut. Namun, mereka mampu merebut tiket play-off. Islandia nyaris tampil di turnamen mayor pertamanya sebelum disingkirkan Kroasia.

Tentunya itu prestasi yang terhitung luar biasa. Dari tim yang hanya dipandang sebelah mata, Islandia mampu nyaris menuju Piala Dunia. Hasil kala itu membuat peringkat FIFA Islandia naik pesat. Dari berada di posisi 130-an 30-an atau naik 100 anak tangga.

Tak disangka, setelah itu Islandia terus bergeliat. Mereka pun mengejutkan publik sepak bola Eropa dan dunia. Untuk pertama kalinya, Islandia lolos ke turnamen mayor di Euro 2016. Pada kualifikasi, Islandia duduk di kursi runner-up Grup A di bawah Rep. Cheska. Juara dan runner-up grup lolos ke Euro 2016 yang digelar di Prancis.

Terlepas dari adanya penambahan jumlah peserta sehingga runner-up bisa lolos langsung, performa Islandia memang menawan. Bahkan, tim yang kala itu diasuh duet Lars Lagerback dan Heimir HallgrĂ­msson membuktikan layak lolos ke Prancis. Mereka tampil apik di fase grup dan lolos ke 16-besar sebagai runner-up. Sensasi Gylfi Sigurdsson cs berlanjut di babak 16-besar dengan mengalahkan Inggris 2-1. Itu menjadi kemenangan pertama Islandia atas Inggris. Sebelumnya, Islandia pernah kalah 1-6 dari Inggris pada 2004 dalam laga persahabatan.

Salah satu lapangan indoor di Islandia

Salah satu lapangan indoor di Islandia (BBC)

Langkah Islandia terhenti di perempat final. Gylfi Sigurdsson cs kalah 2-5 dari Prancis. Toh, itu tak menyurutkan publik memberikan pujian terhadap performa Aron Gunnarsson cs.

Selang satu tahun kemudian, Islandia membuat kejutan yang lebih wah. Mereka mampu mengangkangi Kroasia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2018. Untuk pertama kali, Islandia pun bakal berlaga di Piala Dunia. Islandia menjadi negara dengan populasi terendah yang mampu lolos ke Piala Dunia. Jumlah penduduk Islandia hanya sekitar 330 ribu jiwa. Di Pra-Piala Dunia 2018, Islandia merebut tiket langsung dan membuat Kroasia harus melakoni laga play-off.

Pencapaian gemilang Islandia tidaklah instan. Itu merupakan proses dari pembinaan dan pembenahan dalam menciptakan pemain berkualitas.

Sepak bola merupakan olahraga favorit di Islandia. Namun, awalnya KSI (asosiasi sepak bola Islandia) kesulitan mendapatkan pemain berkualitas untuk membentuk timnas yang kompetitif. Maklum saja, kompetisi sepak bola di negara mereka kurang layak untuk menciptakan pemain berkualitas. Itu karena Liga Islandia hanya bergulir selama empat bulan yakni Juni sampai September.

Penyebabnya tak lain cuaca ekstrem di Islandia. Saat musim dingin tiba, suhu di Islandia bisa mencapai hingga -10 derajat celcius. Bahkan, saat Desember bisa sampai -30 derajat celcius seperti ulasan di slate.com dan The Guardian. Dengan cuaca ekstrem itu, tak mungkin pertandingan digelar. Oleh karena itu, kompetisi hanya diputar 4 bulan saat cuaca bersahabat.

Tentu saja itu menghambat pemain lokal Islandia untuk berkambang. Waktu empat bulan tidak cukup untuk meningkatkan performa secara menyeluruh. Maklum saja, ketika musim dingin tiba, tak mungkin para pemain berlatih di lapangan terbuka. Apalagi kompetisi sudah berakhir. Para pemain pun kebanyakan berlibur alias menganggur atau sekadar berlatih kebugaran di gym. Hal itu membuat perkembangan kualitas para pemain lambat karena saat musim dingin tiba sangat jarang berlatih teknik.

Rencana besar pun mulai dirancang KSI pada pertengahan 1990-an untuk menemukan solusi tepat dalam peningkatan kualitas para pemain lokal Islandia. Tentu mencari terobosan untuk mengatasi cuaca ekstrem. Barulah pada 2000, KSI mendapat ide brilian yakni dengan membangun lapangan sepak bola indoor lengkap dengan fasilitas yang komplet dan diberi nama Rumah Sepak Bola. Lapangan sepak bola indoor itu dibangun hampir di semua kota di Islandia. Dilengkapi rumput sintetis, lapangan itu ada yang berukuran standar internasional dan ada yang berukuran separuhnya dan diperuntukkan bagi pemain muda.

Pada awalnya dibangun 15 rumah sepak bola atau lapangan indoor. Seiring perkembangan waktu, kini hampir di setiap sekolah di Islandia memiliki lima lapangan indoor. Tak hanya itu, di setiap pemukiman juga dibangun rumah sepak bola dengan fasilitas lengkap supaya memudahkan masyarakat untuk bisa berlatih sepak bola.

Klub-klub di Liga Islandia pun berani berinvestasi membangun lapangan indoor. Manfaatnya memang sangat besar karena saat musim dingin tiba, latihan teknik tetap bisa dilakukan. Perlahan, kualitas pemain lokal pun meningkat. Kompetisi tetap berjalan empat bulan tidak masalah karena setelah off, para pemain bisa berlatih meningkatkan teknik di lapangan indoor selama musim dingin.

Para pemain muda pun bisa mengembangkan potensinya secara berkesinambungan. Itu merupakan tujuan utama KSI demi mendapatkan pemain berkualitas untuk memperkuat timnas. Kini, lapangan indoor telah menjamur di Islandia dan seiring dengan itu kualitas pemain muda pun meningkat pesat.

“Untuk negara kami, rumah sepak bola yang didalamnya terdapat lapangan dengan rumput sintetis adalah solusi jitu. Setiap desa memiliki lapangan sintetis, bahkan setiap sekolah juga memiliki,” sebut pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson seperti dilansir BBC Sport.

“Dahulu sepak bola di Islandia tak secara penuh selama setahun bergeliat. Tapi, sejak adanya program lapangan indoor, kini sepak bola sudah seperti menjadi pekerjaan sehari-hari. Selama setahun para pemain muda bisa berlatih dan mengembangkan teknik mereka. Dan, rasanya tak sombong jika buah dari itu kami petik saat ini,” imbuh Hallgrimsson.

Islandia berani berinvestasi demi kualitas sepak bola mereka. Cuaca ekstrem bukan halangan untuk maju. Meski kompetisi hanya empat bulan, namun berlatih sepak bola tetap kontinu. Potensi pemain muda sebagai bibit dari timnas pun terus diasah. Terobosan KSI menjadi langkah awal dalam menghadirkan kesuksesan dan buahnya dipetik saat ini.

(epr/JPC)

Alur Cerita Berita

< Sebelumnya

BPK Pelototi Mekanisme Pengadaan Senjata oleh Polri

Berikutnya >

Dukung Fisipol UGM Pusat Pengembangan Pemuda Sociopreneur SOPREMA 2017

Rekomendasi Untuk Anda

Sponsored Content

loading…

Sumber diambil dari Jawapos.com